Sunday, April 20, 2014

Indonesia Berperadaban Teknologi 2039



Indonesia Berperadaban Teknologi 2039


Timbul pertanyaan kenapa harus pada tahun 2039 Indonesia harus berperadaban teknologi? Rata-rata sebuah negara agar mampu memiliki peradaban teknologi membutuhkan waktu kurang lebih 25 tahun. Tentunya hal tersebut harus diiringi dengan konsistensi dan persistensi baik dari pemerintah hingga rakyat negara tersebut. 

Bangsa ini seakan-akan tidak mempunyai arah dan tujuan dengan kata lain tidak memiliki masterplan apa-apa saja yang ingin dicapai dalam waktu jangka panjang. Tidak seperti sebelum era reformasi di mana Indonesia masih memiliki GBHN (Garis Besar Haluan Negara) pada era Soekarno dan REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun) pada era Soeharto. GBHN dan REPELITA itulah yang saat itu menjadi acuan mau dibawa kemana negara ini. Tentunya dengan tidak ada masterplan bagi bangsa ini, sudah pasti akan menghambat peradaban terlebih lagi peradaban teknologi Indonesia

Lantas mengapa Indonesia harus memiliki peradaban teknologi? Kenapa Indonesia harus menguasai teknologi? Tidak lain dan tidak bukan adalah agar Indonesia tidak terjajah dan bergantung terhadap negara-negara penghasil teknologi lainnya seperti Amerika Serikat, Jepang, dsb. Bangsa Indonesia nyatanya saat ini masih terjajah dari sisi teknologi dengan negara-negara maju lainnya. Maka dari itu untuk membentuk sebuah peradaban teknologi, Indonesia harus memulainya dari beberapa faktor seperti menciptakan goal getting technology bukan problem solving technology. Karena untuk problem solving technology nyatanya akan menimbulkan masalah-masalah lainnya. 

Indonesia agar mampu bersaing dengan negara-negara tentunya membutuhkan kompetensi yang lebih. Kompetensi tersebut didukung oleh tiga parameter, yakni 10% ilmu, 10%skill dan 80% peradaban. Sementara peradaban itu dibentuk oleh tiga parameter juga yaitu logika, etika dan estetika. Dapat dipastikan bahwa peradaban suatu negara mempengaruhi kompetensi dari suatu negara. Sebagai contoh Singapura terkenal sebagai negara yang bersih karena pengelolaan sampah sangat baik ditambah lagi kesadaran masyarakat akan membuang sampah sembarangan itu adalah hal yang tidak baik. Kesadaran masyarakat tersebutlah yang disebut sebagai peradaban. Karena peradaban di singapura sangat maju, tak heran mengapa singapura adalah negara yang maju juga.

Adapun syarat-syarat dari suatu peradaban yakni kita harus memahami potensi kebangsaan, paham kearifan lokal, memiliki kebanggan nasional, memiliki goal-setting, memiliki masterplan persisten menjalankan proses, punya tolak ukur dan evaluasi serta focus pada politik peradaban bukan politik praktis.

Akhir kata, Indonesia bukan harus menjadi Singapura untuk menjadi negara bersih dan menjadi Amerika Serikat atau Jepang agar memiliki kemajuan teknologi yang hebat. Namun, jalani dengan cara sendiri dengan memahami syarat-syarat peradaban yang telah disebutkan di sebelumnya. Kondisi sosial Amerika Serikat, Jepang maupun Singapura berbeda dengan Indonesia, sehingga teknologi tidak memiliki arti jika kita tidak memahami kondisi sosial bangsa. 


Diringkas oleh; Azhari Fauzan
Materi disampaikan oleh Adriano Rusfi pada Mata Kuliah Kapita Selekta FTUI, Kamis 17 April 2014
 

Sunday, May 12, 2013

PR Mekanika Fluida - Bab 7, Analisis Dimensional, Keserupaan dan Pemodelan

Soal berikut saya ambil dari buku Munson edisi ke 5, Bab.7 Halaman 433 Nomor 7.8
Water flows over a dam as illustrated above, Assume the flowrate (q) per unit length along the dam depends on the head (H), width (b) acceleration of gravity (g) fluid density (ρ) and fluid viscosity (µ). Develop a suitable set of dimensionless parameters for this problem using b, g and ρ as repeating variables